Kalau ibunda membelai rambutmu, kalau ibunda mengusap keningmu, memijit kakimu
Nikmatilah dengan syukur dan bathin yang bersujud, Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud
Kalau dari t4 yang jauh engkau kangen kepada ibunda
Kalau dari t4 yang jauh ibunda kangen kepada engkau, dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu
Karena setiap bunyi kerinduan hatimu adalah, Sebaris lagu cinta Allah kepada segala ciptaanNya
Kalau engkau menangis, Ibundamu yang meneteskan airmata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih, Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan
Menangislah banyak-banyak untuk ibundamu, Dan jangan bikin satu kalipun ibumu menangis karenamu
Kecuali engkau punya keranian untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu
Kalau ibundamu menangis, para malaikat menjelma menjadi butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda, membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu
Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala menutup pintu sorga bagimu
Ibu kandungmu adalah ibunda kehidupanmu
Jangan sakiti hatinya, karena ibundamu akan senantiasa memaafkanmu
Tetapi setiap pemaafan ibundamu atas setiap kesalahanmu
akan digenggam erat-erat oleh para malaikat untuk mereka usulkan kepada Tuhan
agar dijadikan kayu bakar nerakamu…
(cuplikan dari buku Ibu Tamparlah Mulut Anakmu – Sekelumit Catatan Harian Emha Ainun Nadjib)
